AGAMA
DAN GLOBALISASI
Dunia kita sudah,
sedang, dan akan terus berubah. Kemajuan teknologi informasi dan jaringan
komunikasi massa di abad ini telah membuat kehidupan di atas planet bumi
menjadi terintegrasi ke dalam sebuah komunitas global yang polisentris,
multi-kultural dan multi religius. Manuel
Castelo menyebut masyarakat ini sebagai “Network
Society” yang dicirikan oleh globalisasi ragam aktivitas ekonomi dan
transformasi sejarah.
Globalisasi sebagai
sebuah proses sejarah dan sekaligus sebuah proyek ekonomi tentu saja memberi pengaruh terhadap struktur sosial dan
tingkat kesejahteraan manusia. Ada pengaruh
yang bersifat positif seperti tersedianya informasi yang dapat diakses
secara cepat, massif, dan ekonomis serta terjalinnya kehidupan manusia oleh
jaringan komunikasi dan transaksi global. Namun ada pula pengaruh yang bersifat
negatif seperti persaingan sosial, budaya, agama, politik, dan bisnis. Menguatnya
sentiment antar suku, ras, agama, dan bangsa-bangsa di beberapa tempat,
melebarnya kesenjangan dan ketimpangan ekonomi antara yang kaya dengan yang
miskin, dan kerusakan lingkungan alam
akibat eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam yang berlebihan adalah
dampak-dampak negatif dari proses sejarah dan proyek ekonomi global yang sedang
berputar sekarang ini.
Dalam konteks perubahan
inilah kita akan mengkaji secara positif, kritis, dan konstruktif peran agama-agama
sebagai sumber moral, etika, dan
spiritual bagi kehidupan manusia. Namun sebelum itu, kita akan mencoba untuk
memahami realitas dan permasalahan globalisasi yang aktual sekarang ini. Makalah
ini akan diakhiri dengan paparan tentang solusi etik yang ditawarkan oleh
agama-agama pada umumnya dan kekristenan pada khususnya dalam meredam dampak
negatif globalisasi terhadap kehidupan manusia.
Memahami
Globalisasi dan Permasalahannya.
Globalisasi sering
dipandang sebagai sebuah konsep kolektif yang mencakup dimensi-dimensi tertentu, seperti yang dapat
dilihat melalui pemaknaan berikut ini:
· Globalisasi sebagai internasionalisasi.
Definisi ini menekankan relasi saling tergantung antar negara dalam bidang
ekonomi dan perdagangan.
· Globalisasi sebagai Liberalisasi.
Definisi ini merujuk pada upaya negara-negara kapitalis besar untuk menembus
proteksi ekonomi negara-negara lain dalam rangka terciptanya sebuah pasar bebas
dan dunia ekonomi tanpa batas.
· Globalisasi sebagai universalisasi. Segi
ini berhubungan dengan upaya negara-negara atau asosiasi bisnis multinasional
dalam memasarkan produknya.
· Globalisasi sebagai westernisasi. Dengan
sudut pandang ini, struktur sosial kapitalisme, konsumerisme, materialisme, dan
hedonisme diwacanakan sebagai sebuah opini dunia yang terbaik, sehingga tak
jarang membawa perubahan yang radikal pada tatanan sosial dan nilai-nilai
kultural suatu bangsa.
· Globalisasi sebagai deteritorialisasi.
Dalam perspektif ini pergaulan manusia sejagad tidak dapat lagi dibatasi oleh
pagar-pagar geografis, bahasa, budaya, idelogi, dan agama. Masyarakat dunia
telah melebur menjadi satu komunitas sejati.
a.
Masalah
Kemiskinan dan Kesenjangan di era Globalisasi.
b.
Masalah
Konsumerisme dan Materialisme di Era
Globalisasi.
c.
Masalah
Militerisme dan Terorisme di Era Globalisasi.
d.
Masalah
Pluralisme dan Eksklusifisme Agama.
e.
Masalah
Lingkungan.
Menyikapi
Globalisasi.
Ø Kesadaran
akan saling ketergantungan antara manusia dengan sesamanya dan manusia dengan
lingkungannya,
Ø Komitmen
untuk menghormati kehidupan dan
martabat, individualitas dan keragaman, sehingga setiap orang diperlakukan
secara manusiawi dan setara tanpa kecuali.
Ø Panggilan
untuk mengikatkan diri pada budaya tanpa kekerasan, penghormatan, keadilan dan
perdamaian.
Ø Komitmen
untuk berjuang bagi terwujudnya sebuah tatanan sosial dan ekonomi yang adil, di
mana setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih potensi yang
penuh sebagai manusia.
Globalisasi
dan agama memang tidak dapat dipisahkan. Baik secara historis maupun ideologis
agama akan selalu ada di balik setiap proses dan peristiwa sosial di era
globalisasi ini. Oleh sebab itu adalah benar
apabila membicarakan globalisasi dalam hubungan dengan agama dan adalah suatu
keharusan untuk meminta pertanggungjawaban moral, etika dan spiritual dari
agama-agama tentang ragam persoalan kemanusiaan dan lingkungan alam yang
terjadi dewasa ini.
Mahasiswa
sebagai bagian dari komunitas ilmiah dan komunitas beragama yang akan mewarisi
masa depan sudah seharusnya memahami realitas globalisasi dan permasalahannya
serta diperkenalkan dengan solusi-solusi konseptual agar mereka dapat mengambil
sikap positif, kritis, realistis, dan konstruktif terhadap globalisasi itu
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar