Rabu, 25 Mei 2016

agama dan globalisasi

AGAMA DAN GLOBALISASI

Dunia kita sudah, sedang, dan akan terus berubah. Kemajuan teknologi informasi dan jaringan komunikasi massa di abad ini telah membuat kehidupan di atas planet bumi menjadi terintegrasi ke dalam sebuah komunitas global yang polisentris, multi-kultural dan multi religius.  Manuel Castelo menyebut masyarakat ini sebagai “Network Society” yang dicirikan oleh globalisasi ragam aktivitas ekonomi dan transformasi sejarah.
Globalisasi sebagai sebuah proses sejarah dan sekaligus sebuah proyek ekonomi tentu saja  memberi pengaruh terhadap struktur sosial dan tingkat kesejahteraan manusia. Ada pengaruh  yang bersifat positif seperti tersedianya informasi yang dapat diakses secara cepat, massif, dan ekonomis serta terjalinnya kehidupan manusia oleh jaringan komunikasi dan transaksi global. Namun ada pula pengaruh yang bersifat negatif seperti persaingan sosial, budaya, agama, politik, dan bisnis. Menguatnya sentiment antar suku, ras, agama, dan bangsa-bangsa di beberapa tempat, melebarnya kesenjangan dan ketimpangan ekonomi antara yang kaya dengan yang miskin,  dan kerusakan lingkungan alam akibat eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam yang berlebihan adalah dampak-dampak negatif dari proses sejarah dan proyek ekonomi global yang sedang berputar sekarang ini.
Dalam konteks perubahan inilah kita akan mengkaji secara positif, kritis, dan konstruktif peran agama-agama sebagai sumber  moral, etika, dan spiritual bagi kehidupan manusia. Namun sebelum itu, kita akan mencoba untuk memahami realitas dan permasalahan globalisasi yang aktual sekarang ini. Makalah ini akan diakhiri dengan paparan tentang solusi etik yang ditawarkan oleh agama-agama pada umumnya dan kekristenan pada khususnya dalam meredam dampak negatif globalisasi terhadap kehidupan manusia. 

Memahami Globalisasi dan Permasalahannya.
Globalisasi sering dipandang sebagai sebuah konsep kolektif yang mencakup  dimensi-dimensi tertentu, seperti yang dapat dilihat melalui pemaknaan berikut ini: 
·  Globalisasi sebagai internasionalisasi. Definisi ini menekankan relasi saling tergantung antar negara dalam bidang ekonomi dan perdagangan.
·  Globalisasi sebagai Liberalisasi. Definisi ini merujuk pada upaya negara-negara kapitalis besar untuk menembus proteksi ekonomi negara-negara lain dalam rangka terciptanya sebuah pasar bebas dan dunia ekonomi tanpa batas.
· Globalisasi sebagai universalisasi. Segi ini berhubungan dengan upaya negara-negara atau asosiasi bisnis multinasional dalam memasarkan produknya.
·   Globalisasi sebagai westernisasi. Dengan sudut pandang ini, struktur sosial kapitalisme, konsumerisme, materialisme, dan hedonisme diwacanakan sebagai sebuah opini dunia yang terbaik, sehingga tak jarang membawa perubahan yang radikal pada tatanan sosial dan nilai-nilai kultural suatu bangsa.
·  Globalisasi sebagai deteritorialisasi. Dalam perspektif ini pergaulan manusia sejagad tidak dapat lagi dibatasi oleh pagar-pagar geografis, bahasa, budaya, idelogi, dan agama. Masyarakat dunia telah melebur menjadi satu komunitas sejati.

a.      Masalah Kemiskinan dan Kesenjangan di era Globalisasi.
b.      Masalah Konsumerisme dan  Materialisme di Era Globalisasi.
c.       Masalah Militerisme dan Terorisme di Era Globalisasi.
d.      Masalah Pluralisme dan Eksklusifisme Agama.
e.       Masalah Lingkungan.

Menyikapi Globalisasi.
Ø  Kesadaran akan saling ketergantungan antara manusia dengan sesamanya dan manusia dengan lingkungannya,
Ø  Komitmen untuk menghormati kehidupan  dan martabat, individualitas dan keragaman, sehingga setiap orang diperlakukan secara manusiawi dan setara tanpa kecuali.
Ø  Panggilan untuk mengikatkan diri pada budaya tanpa kekerasan, penghormatan, keadilan dan perdamaian.
Ø  Komitmen untuk berjuang bagi terwujudnya sebuah tatanan sosial dan ekonomi yang adil, di mana setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih potensi yang penuh sebagai manusia.         

Globalisasi dan agama memang tidak dapat dipisahkan. Baik secara historis maupun ideologis agama akan selalu ada di balik setiap proses dan peristiwa sosial di era globalisasi ini. Oleh sebab itu adalah benar apabila membicarakan globalisasi dalam hubungan dengan agama dan adalah suatu keharusan untuk meminta pertanggungjawaban moral, etika dan spiritual dari agama-agama tentang ragam persoalan kemanusiaan dan lingkungan alam yang terjadi dewasa ini.
Mahasiswa sebagai bagian dari komunitas ilmiah dan komunitas beragama yang akan mewarisi masa depan sudah seharusnya memahami realitas globalisasi dan permasalahannya serta diperkenalkan dengan solusi-solusi konseptual agar mereka dapat mengambil sikap positif, kritis, realistis, dan konstruktif terhadap globalisasi itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar